Rabu, 06 Januari 2010

Kapal Besar Sulit Berlabuh di Pelabuhan Leppe


Bulukumba, RCA News- Kapal-kapal dan perahu ukuran besar pengangkut barang dan bahan bakar minyak (BBM) kini mengalami kesulitan berlabuh di Pelabuhan Leppe Bulukumba, diakibatkan tingginya ombak pada musim hujan dan dangkal di musim kemarau.

Kapal-kapal ukuran besar ini merupakan pengangkut barang ke sejumlah pulau, seperti ke Bali, Surabaya, Jatim, Selayar, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggra Barat (NTB).
Kapal ini biasanya mengangkut BBM, hasil bumi seperti beras, kakao, cengkeh, lada, dan barang lainnya yang dipasok dari Bulukumba maupun sebaliknya.


Menutut Rustam, Kepala Syahbandar Bulukumba, tidak memungkinkannya Pelabuhan Leppe dijadikan sebagai tempat bongkar muat perahu membuat Bulukumba kehilangan pendapatan yang besar.
"Pemda kehilangan PAD (pendapatan asli daerah), karena kapal lebih memilih pelabuhan di luar Bulukumba untuk bongkar muat barang," katanya. Padahal, barang yang diangkut ke Selayar, NTT, NTB, Bali, dan Surabaya itu berasal dari Bulukumba sehingga otomatis dikenakan retribusi.Ia mengatakan, kendala yang dihadapinya adalah tidak tersedianya tanggul pemecah ombak, sehingga kapal tidak bisa sandar di tempat itu.

Rustam mengharapkan pemerintah pusat menganggarkan pembuatan tanggul pemecah ombak, sehingga tidak tiap tahun jembatan  diperpanjang yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah. (im2)


Dinas Pendidikan Bagikan Buku Elektronik


Sinjai, RCA News- Dinas Pendidikan Sinjai pada Januari 2010 ini akan mendistribusikan buku bacaan elektronik secara gratis. Buku tersebut dibagikan kepada  siswa kelas tiga SMA di seluruh Sinjai. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, M Idrus. Pengadaan buku elektronik ini berdasarkan instruksi bupati yang meminta buku elektronik yang dibeli secara gratis oleh Dinas Pendidikan untuk didownload dan dicetak lalu dibagikan secara gratis kepada siswa.

Anggaran pengadaan 16.786 buku elektronik ini sekitar Rp 200 juta dan dibagikan ke setiap siswa di tingkat sekolah SMA. Setiap sekolah mengajukan permintaan judul buku yang akan dicetak. Setiap sekolah kebagian dua judul buku elektronik yang telah dicetak.

Menurut M Idrus, yang diprioritaskan untuk mendapatkan buku elektronik adalah siswa SMA, karena selama ini SD dan SMP sudah mendapat anggaran rutin pengadaan buku bacaan melalui dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), sedangkan tingkat SMA tidak mendapat alokasi pengadaan buku bacaan. (ik1)

8 komentar:

Munir Ardi mengatakan...

Ini teman nyiar mas ivan ya mas, salam kenal hebat-hebat ya penyiar RCA

ahmad mengatakan...

terus berjuang..
suarakan kebenaran & lakukan perbaikan

NURA mengatakan...

salam sobat
wah artikelnya mantap
saya jadi ingat saat naikkapallaut dari Anyer ke Lampung dulu.
sukses selalu RCA.

Willyo Alsyah P. Isman mengatakan...

hem...sangat bermanfaat...semangat..

attayaya mengatakan...

lhaaaa waktu pembangunan pelabuhan, dah dilakukan analisa apa belooom???

alif akbar mengatakan...

Sebagai saalh seorang anak Bulukum,ba saya jadi ikut prihatin. Oh ya, yang liput beritanya ini bung Ivan atau bung Icham?

gramudia mengatakan...

Salam buat all crew RCA. Semakin keren aja nih. yg kode (im2)itu pasti Icham Mohammad ya. Yg (ik2) pasti Ivan Kavalera, kan? hehehe. yc3 pasti Yudi Cempakas dong jihaaaaa...

gramudia mengatakan...

Salam buat all crew RCA